Экстремальные виды отдыха
Недвижимость. Недвижимость в Одессе. Агентство недвижимости Ланжерон
User Rating:  / 0
PoorBest 
Created on 15 June 2012 Category: Kajian Islam Tematik
Published Date Hits: 896
Print

Pada Tausiyah Jum’at ini, kami akan menampilkan ringkasan tausiyah Ust. Syuhada Bahri, Ketua Dewan Da’wah Pusat, yang disampaikan dalam acara Launching LAZIS Dewan Da’wah DIY beberapa waktu yang lalu.

Dalam tausiyahnya, Ust. Syuhada Bahri menyampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan dakwah. Yang pertama, beliau menekankan bahwa gerakan dakwah harus bisa kita biayai sendiri, karena dakwah ini yang akan membawa perubahan, bukan “yang lain” (menyindir sebuah jargon). Lanjutnya, Gerakan dakwah jangan hanya berpikir untuk keselamatan diri kita sendiri, tetapi juga berusaha menyelamatkan anak cucu kita, generasi kita mendatang. Ust. Syuhada memberikan contoh, “ Ada data dari Yayasan Kita dan Buah Hati yang melakukan survei dengan responden anak-anak SD, dimana hasil survei tersebut diketahui bahwa, 22 % anak kelas 4, 5 dan 6 SD sudah biasa mengakses internet porno, maka hal ini berarti 50 tahun ke depan generasi kita ini akan menjadi generasi yang rusak “. Kemudian lanjutnya, “ Hendaknyalah dalam dakwah ini, kita berpikir jauh ke depan untuk menyelamatkan anak cucu kita, bukan hanya berpikir bagaimana menyelamatkan diri kita sendiri, tetapi bagaimana anak cucu kita juga selamat, karena ada kewajiban kita atas mereka, seperti yang disebut dalam sebuah ayat …Quu anfusakum Wa ahliikum Naaroo ” (QS. At-Tahrim : 6 ).

Hal yang tidak kalah penting yang juga disampaikan beliau adalah menumbuhkan kesadaran berinfaq untuk membiayai dakwah ini. Beliau mengatakan bahwa, gerakan infaq ini perlu dimulai dari yang kecil terlebih dulu, tidak usah muluk-muluk, seperti contohnya program S3, sehari seribu saja -yang digerakkan oleh Dewan Da’wah- yang kemudian terus dibiasakan kepada ummat. Dan hendaknya gerakan ini, juga disertai dengan melakukan bimbingan kepada para donatur/jama’ah -para penopang dakwah- sehingga para jamaah ini bisa merasakan bagaimana nikmatnya berinfaq/bersedekah. Kalau para jamaah ini sudah bisa merasakan bagaimana nikmatnya berinfaq, maka mereka akan seperti Sahabat Abu Bakar As-Shidiq dan Utsman bin Affan, yang merelakan semua hartanya untuk membiayai dakwah.

Ust. Syuhada Bahri juga menegaskan bahwa esensi dari program Infaq Dakwah Club ( IDC ) yang dijalankan oleh Dewan Da’wah adalah bukan pada bagaimana kita mengumpulkan dana infaq, tetapi bagaimana membangun jaringan pendukung atau penopang dakwah. Perlu adanya usaha untuk menumbuhkan kesadaran dalam berinfaq kepada para jamaah, karena infaq adalah bagian dari ibadah kepada Allah dan jangan lupa, dalam ayat-ayat jihad selalu dikaitkan dengan kata ‘amwal’ atau harta. Sehingga Usaha untuk menumbuhkan kesadaran berinfaq ini, terus dilakukan dengan melakukan bimbingan kepada para jamaah secara terus menerus sehingga akan terbangun jaringan penopang dakwah.

Add comment


Security code
Refresh